Nganjuk, Bertiakolusi.com – Penggerebekan yang dilakukan anggota Polres Nganjuk terhadap markas judi yang diduga milik Rahmat di Desa Betet. Kecamatan Ngrogot bag film drama.
Betapa tidak, sekelas Polres Nganjuk menggerebek markas judi yang intens diberitakan tersebut, tak berhasil menangkap satupun target buruannya.
Lebih konyolnya lagi melihat pernyataan Kapolres Nganjuk AKBP Siswantoro, S.I.K., M.H., bersama Kastreskrim AKP Julkifli Sinaga S.I.K., M.H., diberbagai media.
AKBP Siswantoro, S.I.K., M.H., menyampaikan, pihaknya sudah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan perjudian pada Jumat (21/2/2025).
“Menindaklanjuti hal itu, tim dari Sat Reskrim Polres Nganjuk bersama Reskrim Polsek Ngronggot segera diterjunkan untuk melakukan pengecekan dan tindakan,” ucap Kapolres.
Sementara Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Julkifli Sinaga, S.I.K., M.H., berdalih kegagalan penangkapan pelaku judi lantaran saat tim tiba di lokasi, tidak ditemukan adanya aktivitas perjudian.
“Hanya saja pihaknya temukan fasilitas yang diduga digunakan untuk praktik judi, seperti dua sangkar ayam, satu jam dinding, satu ring atau geber arena aduan ayam. Dan barang bukti itu sudah diamankan” kilahnya.
Sangat ironis memang, padahal kenyataannya menurut masyarakat luas menyampaikan wartawan beritakolusi.com, bahwa praktik judi tersebut bukan menjadi rahasia umum.
Dan seperti yang sudah dituangkan dalam pemberitaan di edisi sebelumnya, praktik judi yang diduga dinakhodai Rahmat itu sudah berjalan sangat lama dan sudah begitu terkenal dalam kelompok penjudi.
“Apalagi sarang judi yang ada di lahan kosong itu, tidak jauh dari Markas Polsek Ngronggot, jadi saat naif kalau kepolisian setempat tidak mengetahui,” ucap beberapa masyarakat.
Kegagalan penangkapan terhadap pelaku judi ini ibarat penuh setingan, seharusnya bisa saja Polres Nganjuk menangkapnya, mungkin karena adanya dugaan kerjasama yang sudah lama demi mendapat keuntungan.
“Maka penggerebekan itu hanya formalitas saja atau membuktikan jika laporan masyarakat sudah ditindaklanjuti, tapi tidak untuk menangkap pelaku atau Rahmat diduga aktor utama perjudian tersebut” tungkas beberapa masyarakat dengan wajah kecewa.(*)

Tim Redaksi