Bojonegoro, Beritakolusi – Desakan pencopotan Kapolsek Trucuk, AKP Mulyono, menguat setelah mencuat dugaan pungutan liar kepada sejumlah perusahaan pelaksana proyek.
Informasi yang beredar menyebut, Kapolsek diduga meminta Rp. 1,5 juta dengan dalih pengadaan CCTV, disertai ancaman penghentian pekerjaan bila tidak dipenuhi.
Sejauh ini, Propam Polres Bojonegoro belum menyampaikan langkah resmi. Namun, absennya tindakan justru memperkuat tekanan masyarakat.
Warga menilai, ketidakjelasan penanganan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap kepolisian di tingkat lokal.
“Seorang tokoh masyarakat menyebut bahwa kehadiran kepolisian seharusnya memberi rasa aman, bukan menimbulkan keresahan” tandasnya.
Desakan pun diarahkan agar pucuk pimpinan Polsek segera diganti demi menjaga stabilitas sosial dan memulihkan legitimasi aparat di mata warga.
Sementara AKP Mulyono sesampai berita dipublikasikan belum bisa dikonfirmasi. Tetapi situasi di Trucuk kini berada pada titik krusial.
Publik menunggu apakah institusi akan merespons dengan rotasi jabatan, atau membiarkan ketidakpercayaan semakin meluas.

Tim Redaksi